Kamis, 04 Oktober 2012

BAGIAN-BAGIAN SEL PADA JARINGAN TUMBUHAN



Tubuh tumbuhan tersusun dari sel-sel. Sel-sel tersebut bekumpul menjadi satu yang akan membentuk suatu jaringan, jaringan akan berkumpul membentuk organ dan seterusnya sampai membentuk satu tubuh tumbuhan. Jaringan pada tumbuhan dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Jaringan meristem
Jaringan meristem merupakan jaringan yang terdiri atas sekelompok sel yang aktif membelah. Pembelahan sel tersebut berlangsung secra mitosis. Setiap satu sel meristematik membelah dan menghasilkan sedikitnya satu anakan sel. setiap anakan sel dapat meneruskan pembelahan berikutnya.
Menurut letaknya, jaringan meristem dibedakan menjadi 3 yaitu;
a) Meristem Apikal
Merupakan meristem yang terdapat pada ujung-ujung batang dan ujung akar tumbuhan. Pembelahan meristem apical menyebabkan pemanjangan pada batang dan akar tumbuhan. Pertumbuhan ini termasuk pertumbuhan meristem primer dan jaringan yang dihasilkannya disebut jaringan primer. Jaringan primer bersifat besifat keras dan berkayu.
b) Meristem Lateral
Merupakan meristem yang letaknya sejajar dengan keliling organ tempat jaringan ini ditemukan. Misalnya, berupa cambium pembuluh dan cambium gabus. Pembelahan meristem lateral menyebabkan pembesaran pada batang dan akar tumbuhan. Pertumbuhan yang dihasilkan oleh meristem ini adalah perumbuhan sekunder dan jaringan yang dibentuk adalah jaringan sekunder.
c) Jaringan Interkalar
Merupakan jaringan meristem yang terdapat di antara jaringan dewasa. Misalnya, di daerah pangkal ruasruas batang rumput-rumputan, ruas-ruas tebu.
Menurut asalnya, jaringan meristem dibedakan menjadi 2 yaitu:
a. Meristem Primer
Meristem primer adalah meristem yang berasal langsung dari perkembangan sel-sel embrio. Meristem primer bertanggung jawab terhadap pertumbuhan primer.
b. Meristem sekunder
Merupakan meristem yang berasal dari perkembangan jaringan yang telah mengalami diferensiasi. Meristem sekunder bertanggung jawab terhadap pertumbuhan sekunder. Contohnya adalah cambium.
2. Jaringan epidermis
Merupakan lapisan sel paling luar pada daun, akar, buah, biji, dan batang. Jaringan epidermis terdiri atas deretan sel tunggal yang tersusun rapat. Jaringan epidermis memiliki beberapa modifikasi, baik yang terdapat pada akar, batang, maupun akar.
Jaringan epidermis berfungsi sebagai pelindung untuk semua bagian dalam tumbuhan. Di dalam epidermis terdapat lapisan kutikula pada dinding sel. pada permukaan daun bagian bawah terdapat bentuk modifikasi dari sel-sel epidermis yaitu berupa sel penutup pada stomata. Sel penutup berfungsi untuk mengatur pelebaran dan penyempitan celah sehingga menyebabkan stomata terbuka dan tertutup.
Pada akar beberapa sel epidermis menjulur membentuk rambut akar. Rambut akar sangat berguna dalam proses penyerapan air dan mneral dari dalam tanah. Pada tumbuhan berkayu yang telah tua, sel epidermis batang berganti membentuk jaringangabus. Lapisan gabus pada tumbuhan berguna untuk memperbesar daya perlindungan batang dan mengurangi penguapan air.
3. Jaringan Parenkim
Jaringan parenkim merupakan jaringan dasar pada tumbuhan. Jaringan parenkim tersusun dari sel-sel parenkim yang sering kali di gambar pada tipikal sel-sel tumbuhan. Tersusun oleh sel-sel yang tidak rapat. Sel parenkim ditemukan diseluruh organ tumbuhan. Kebanyakan sel-sel parenkim bersegi banyak dan berdinding tipis. Di dalam tubuh tumbuhan sel-sel parenkim melakukan berbagai fungsi yaitu melakukan kegiatan fotosintesis, transportasi, memperbaiki sel-sel yang rusak, dan membentuk genersai baru bagi akar, batang, dan bagian lain dari tumbuhan.
4. Jaringan Kolenkim
Jaringan kolemkim memilikin kesamaan sifat dengan jaringan parenkim. Sel kolenkim, seperti halnya sel parenkim, memiliki protoplas yang masih mampu untuk membelah. Misalnya membentuk cambium gabus.
Pada umumnya, sel-sel kolenkim tidak memiliki dinding sekunder. Sel-sel kolenkim hanya memiliki dinding primer yang lebih tipis daripada sel parenkim dan bersifat lentur. Sel-sel kolenkim dapat ditemukan di dalam jaringan prime yang berfungsi untuk menyokong batang serta daun yang sedang tumbuh. Pada tumbuhan tua, dinding sel kolenkim akan mengeras atau berlignin sehingga data berubah menjadi sel sklerenkim.
5. Jaringan Sklerekim
Jaringan sklerenkim merupakan jaringan dasar yang terdiri atas sel-sel dinding sekunder tebal. Dinding sekunder tersebut dapat tersusun darai lignin sehingga lebih kuat dan keras dibandingkan kolenkim. Komponen utama sel sklerenkim adalah berupa dinding sel, bukan bahan hidup protoplasma. Oleh karena itu, se-sel sklerenkim masih dapat melangsungkan fungsinya sekalipun sel tersebut mati. Fungsi utama sklerenkim adalah sebagain penyokong dan adakalanya berfungsi sebagai pelindung.
6. Jaringan Pengankut
Jaringan pengankut merupakan jaringan yang bertanggung jawab terhapad transportasi air dan garam mineral di dalam tubuh tumbuhan. Berdasarkan struktur dan fungsinya, jaringan ini dibedakan atas xylem(pembuluh kayu) dan floem (pembuluh tapis). Xylem adalah jaringan pengankut air dan mineral dari akar ke daun. Xylem terdiri atas trakeid dan elemen pembuluh. Floem adalah jaringan pengankut zat-zat makanan(hasil fotosintesis) dari daun ke seluruh bagian tumbuhan. Floem terdiri atas bebrapa pembuluh tapis yang masing-masingnya dilengkapi oleh sel pengiring.
Macam Jaringan pada Organ Tumbuhan
1. Akar
Akar merupakan organ tumbuhan yang kebanyakan berada di bawah permukaan tanah. Fungsi akar yaitu untuk melekatkan tumbuhan pada substrat, menyerap air dan berbagi garam mineral, tempat menyimpan makanan, sebagai alat pernafasan, dan menghasilkan hormon yang dapat merangsang perumbuhan pada batang.
Struktur anatomi akar yaitu:
a. Epidermis
Susunan sel-selnya rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya mudah dilewati air. Bulu akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar, bertugas menyerap air dan garam-garam mineral terlarut, bulu akar memperluas permukaan akar.
b. Korteks
Letaknya langsung di bawah epidermis, sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak memiliki ruang antar sel sehingga memungkinkan air air dan garam mineral bergerak melalui korteks tanpa masuk ke dalam sel. Sebagian besar dibangun oleh jaringan parenkim.
c. Endodermis
Merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan silinder pusat. Sel-sel endodermis dapat mengalami penebalan zat gabus pada dindingnya dan membentuk seperti titik-titik, dinamakan titik Caspary. Pada pertumbuhan selanjutnya penebalan zat gabus sampai pada dinding sel yang menghadap silinder pusat, bila diamati di bawah mikroskop akan tampak seperti hutuf U, disebut sel U, sehingga air tak dapat menuju ke silinder pusat. Tetapi tidak semua sel-sel endodermis mengalami penebalan, sehingga memungkinkan air dapat masuk ke silinder pusat. Sel-sel tersebut dinamakan sel penerus/sel peresap.
d. Stele
Silinder pusat/stele merupakan bagian terdalam dari akar.
Terdiri dari berbagai macam jaringan :
Persikel/Perikambium
Merupakan lapisan terluar dari stele. Akar cabang terbentuk dari pertumbuhan persikel ke arah luar.
Berkas Pembuluh Angkut/Vasis
Terdiri atas xilem dan floem yang tersusun bergantian menurut arah jari jari. Pada dikotil di antara xilem dan floem terdapat jaringan kambium.
Empulur
Letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut terdiri dari jaringan parenkim.
2. Batang
Batang merupakan bagian sumbu tumbuhan dengan cabang-cabang lateral. Pada umumnya batang terletak di permukaan tanah, tumbuh tegak menjulang ke atas. Batang berfungsi sebagai alat transportasi yaitu menyalurkan air dan garam-garam mineral dari akar ke daun dan menalurkan hasil fotosintesis dari daun keseluruh tubuh. Sebagai tempat melekatnya daun, dan sebagai tempat penyimpanan misalnya untuk menyimpan air pada kaktus dan penyimpanan makanan pada tebu.
Struktur anatomi batang yaitu:
a. Epidermis
Epidermis batang terdiri dari satu lapisan sel yang pada permukaan luarnya dilapisi oleh kutikula. Lapisan tersebut berfungsi untuk melindungi batang dari kekeringan.
b. Korteks dan Emuplur
Korteks batang terdiri atas sel-sel parenkim dan biasanya berisi kloroplas. Pada tumbuhan tertentu, bagian tepi luara korteks sering terdapat kolenkim atau sklerenkim sebagai jaringan pengokoh. Pada batang muda, korteks mengandung butir-butir pati sehingga disebut seludang pati. Empulur terdiri atas sel-sel parenkim yang dapat mengandung kloroplas. Bagian tengah empulur sering kali mengalami kerusakaan pada saat pembuahannya. Kerusakaan demikian biasanya terjadi di daerah ruas.
c. Jaringan Pembuluh
Jaringan pembuluh primer batang terdiri dari sejumlah ikatan pembuluh yang tersusu khusus. Setiap ikatan pembuluh memiliki xylem yang tersusun kea rah dalam dan floem kea rah luar. Susunan ikatan pembuluh demikian dikenal sebagai ikatan pembuluh kolateral. Jika di antara xylem dan floem terdapat cambium, maka disebut kolateral terbuka. Dan jika tidak ada cambium maka disebut kolateral tertutup. Tipe kolateral terbuka biasanya terdapat pada tumbuhan dikotil dan kotateral tertutup terdapat pada tumbuhan monokotil.
3) Daun
Daun merupaka organ fotosintesis bagi tumbuhan berpembuluh. Pada umumnyadaun terdiri atas helai daun(lamina) yang pipih dan tangkai(petiolus) yang menghubungkan daun ke batang. Helai daun dapat berupa daun tunggal atau daun majemuk. Daun dibangun ole tiga jaringan utama. Ketiga jaringan tersebut adalah jaringadermal(epidermis), jaringan dasar(mesofil) dan jaringan pembuluh(berkas pembuluh).
Struktur anatomi daun yaitu :
a. Epidermis
Epidermis merupakan lapisan terluar daun, ada epidermis atas dan epidermis bawah, untuk mencegah penguapan yang terlalu besar, lapisan epidermis dilapisi oleh lapisan kutikula. Pada epidermis terdapat stoma/mulut daun, stoma berguna untuk tempat berlangsungnya pertukaran gas dari dan ke luar tubuh tumbuhan.
Sifat terpenting daun adalah selnya yang kompak dan adanya kutikula dan stomata.
b. Mesofil
Merupakan jaringan dasar yang berisi banyak kloroplas dan bnyak ruang-ruang antar sel. mesofil dapat berdirerensiasai menjasi parenkim palisade dan parenkim spons. Parenkim palisade terdiri atas sel-sel yang panjang dan tegak lurus terhapad permukaan daun, sedangkan parenkim spons mengandung sel-sel dengan bentu tidak beraturan dan memiliki banyak rongga sel. pada parenkim spons rongga-songga sel berguna untuk tempat pertukaran gas.
c. Berkas Pembuluh
Berkas pembuluh daun tersebar dari seluruh helaian daun. Berkas pembuluh pada bagian tengah helaian daun membentuk tulang daun. Berkas pembuluh pada daun ini merupakan lanjutan dari berkas pembuluh yang terdapat pada batang. Pola yang dibentuk oleh tulang daun disebut pertulangan daun. Ada dua pola utama pertulangan daun, yaitu daun pertulangan jala dan pertulanan sejajar.

1 komentar: